BAGIAK KHAS BANYUWANGI

Bagiak merupakan salah satu oleh-oleh khas Banyuwangi berupa kue kering dengan bentuk lonjong dan panjang berbahan dasar tepung sagu di campur dengan kelapa parut dan beberapa bumbu lainnya. Kue ini memiliki tekstur yang sedikit keras ketika digigit namun begitu masuk ke mulut kita, kue ini menjadi lembut. Paduan rasa yang manis dan sedikit gurih menjadikan kue bagiak sangat pas menjadi teman untuk bersantai.

Selain di Banyuwangi, kue bagiak sebenarnya juga bisa kita temukan di Maluku. Namun, ada sedikit perbedaan antara keduanya yakni bagiak khas Banyuwangi ini teksturnya sedikit lebih lembut dan tidak sekeras bagiak dari Maluku.

Kue bagiak memiliki beberapa varian rasa yakni rasa jahe, rasa kacang, rasa susu dan juga rasa kayu manis. Semua pilihan rasa bisa dipilih sesuai selera. Kudapan ini menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Harganya yang relatif terjangkau antara Rp20.000 – Rp25.000 membuat pengunjung biasanya membeli kue ini dalam jumlah yang banyak untuk kerabat di rumah. 

Bahan-bahan

  1. 500 gr gula pasir
  2. 250 cc air/santan
  3. 2 btr telur
  4. 200 gr mentega
  5. 1 kg tepung kanji
  6. 1/2 kg tepung larut
  7. 1 sdm garam
  8. 1/2 sdt baking soda
  9. 1/4 sdt vanili
  10. 1 sdt bubuk kayu manis/bubuk jahe, essens pandan, essens coklat

Langkah

  1. Buat sirup gula : masak gula dan air sampai mendidih dan kental matikan api. Selagi panas masukkan mentega aduk sampai rata. Lalu biarkan suhu ruang.  
  2. Dalam wadah. Mixer kec tinggi telur, garam, soda, vanili dan bubuk kayu manis sampai mengembang, masukkan sirup gula. Aduk rata lalu masukkan tepung larut. Mixer sampai kental dan tercampur rata. Matikan mixer  
  3. Masukkan tepung kanji ke adonan sedikit demi sedikit sambil diuleni dengan tangan. Lakukan sampai kalis tidak lengket ditangan. Kalau sdh dirasa pas hentikan pemakaian kanji.  
  4. Cetak bagiak lalu tata dalam loyang yg sdh diolesi mentega tipis2. Lalu oven sampai matang. Cek oven masing-masing.  
  5. Bagiak siap dinikmati.

Sumber : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/mencicipi-kue-bagiak-kudapan-khas-banyuwangi

SEGO CAWUK KHAS BANYUWANGI

Nasi cawuk adalah menu sarapan khas warga Banyuwangi yang biasa disajikan dengan menggunakan daun pisang.

“Makanan ini terdiri dari nasi yang dicampur kuah parutan kelapa dan serutan jagung muda bakar, dan kuah ikan pindang. Lauk pendampingnya ada pepes ikan laut, telur pindang, tahu cacah, dan semanggi sambal serai,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (5/4/2016).

Menurut dia, Festival Sego Cawuk adalah bagian dari pengembangan wisata kuliner untuk memberdayakan masyarakat sebagai pelaku ekonomi di wilayah berjuluk “The Sunrise of Java” itu.

“Dengan festival ini, cita rasa dan penampilan sego cawuk akan meningkat. Penjual tahu bagaimana cara penyajian yang menarik bagi wisatawan. Apalagi ada Chef Aiko yang kami datangkan untuk menunjukkan pada pedagang bagaimana menyajikan sego cawuk yang menarik,” ujar Anas.

Festival Sego Cawuk akan digelar Sabtu, 9 April 2016, mulai pukul 08.00 WIB di Taman Blambangan. Di festival ini, ratusan peserta yang berasal dari para penjual sego cawuk, koki hotel, dan restoran serta masyarakat umum berlomba menampilkan sego cawuk yang berselera.

Hasil olahan sego cawuk ini nantinya akan dinilai oleh Chef Aiko. Aiko adalah salah satu koki host program kuliner yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta nasional.

“Secara konsisten tiap tahun kami kenalkan kuliner khas Banyuwangi secara bergiliran, karena kuliner Banyuwangi ini sangat beragam. Dengan Festival Sego cawuk ini, kami mempromosikan makanan khas Banyuwangi. Semakin dikenal, tentu diharapkan penjual sego cawuk kian laris,” ujar Anas. 

Bahan-bahan

  1. secukupnya nasi putih
  2. secukupnya telur rebus, kupas, potong memanjang
  3. 🐾Bahan pecel timun:
  4. 1/2 butir kelapa setengah tua, kupas kulit arinya, parut
  5. 1 buah timun, cuci bersih, potong kecil2
  6. 1 buah jagung bakar, serut
  7. secukupnya garam & gula
  8. 🐾Bumbu halus:
  9. 2 siung bawang putih
  10. 5 buah cabe rawit merah (sesuai selera)
  11. 1 sdm kacang tanah goreng (optional)
  12. 1 ruas kencur jika suka
  13. 🐾Bahan pindang ikan
  14. secukupnya ikan jenis apa saja (sy pake 250 gr filet tongkol)
  15. 75 gr gula pasir, buat karamel
  16. 500 ml air
  17. 5 buah belimbing wuluh ukuran besar
  18. secukupnya garam
  19. 🐾Bahan sambal :
  20. 15 bh cabe rawit merah
  21. 5 bh cabe merah besar
  22. 3 siung bawang putih
  23. 1 buah tomat ukuran sedang
  24. 1/4 sdt terasi
  25. secukupnya garam & gula

Langkah

  1. Utk pecel timun…mirip trancam bikinnya. Tumis bumbu halus sampai harum, campur dg kelapa parut, tuangi air, tambahkan garam & gula secukupnya, aduk rata, masak diatas kompor dg api sedang. Masukkan jagung bakar yg sudah diserut. Koreksi rasa. Jika sudah pas gurihnya, masukkan potongan timun, aduk2 sebentar, angkat sisihkan.  
  2. Pindang ikan : panaskan gula pasir di atas teflon dg api kecil, buat karamel. Jika sudah meleleh, tuangi air, tunggu sampai gula larut. Pindahkan ke panci, rebus bersama ikan & potongan belimbing wuluh. Tambahkan garam, koreksi rasa asam manisnya. Jika kurang manis tambahkan gula pasir/gula merah. Tunggu sampai kira2 bumbu meresap, angkat sisihkan.  
  3. Sambel: rebus sebentar cabe rawit, bawang putih & tomat. Haluskan, tambahkan garam & gula secukupnya.  
  4. Penyajian : tata di atas piring secukupnya nasi, pecel timun, pindang ikan, irisan telur rebus & sambel. 

SUMBER : https://www.suara.com/lifestyle/2016/04/07/124215/mengenal-uniknya-sego-cawuk-khas-banyuwangi & https://cookpad.com/id/resep/5245450-sego-cawuk-khas-banyuwangi

PECEL RAWON KHAS BANYUWANGI

Bayangkan menyantap nasi pecel pedas dengan siraman kuah rawon yang hitam gurih. Terdengar aneh? Jangan salah, sajian perpaduan bernama pecel rawon ini memang ada dan bahkan jadi favorit dari Bumi Blambangan.

Di kabupaten paling timur Pulau Jawa ini, sajian pecel rawon banyak diburu para pelancong juga warga lokal. Makanannya memang unik. Nasi pecel dengan sayur-mayur lengkap dan bumbu kacang disajikan dengan siraman kuah rawon. Selain itu, masih ada pula pilihan menu lau pauk untuk menemani pecel rawon, semisal udang goreng, empal sapi, ragi, paru goreng kering, dan rempeyek kacang.

Standarnya sih, sporsi pecel rawon beriskan sayuran rebus, seperti bayam, tauge, kacang panjang, dan sambal pecel, ditambah kuah rawon. Bumbu pecel dari kacang terasa legit dan pedas. Sementara itu, kuah rawon kaya rasa rempah dan kaldu. Keduanya berpadu nikmat.

Menyajikan pecel rawon enggak boleh sembarangan lo. Ada urutan penyajian yang harus diikuti agar bumbu pecel tetap terasa. Awalnya, nasi ditata bersama sayur-mayur pecel di piring, lalu diberi kuah rawon, barulah diberi bumbu pecel nan pedas.

Tak seperti sajian rawon yang menggunakan daging dengan sedikit lemak, rawon untuk rawon pecel hanya memanfaatkan bagian daging tanpa lemak. Selain itu, saat disajikan, rawon hanya diambil kuahnya. Jika ingin tambahan daging, kamu bisa meminta kepada penjual. pilihannya beragam, mulai dari paru goreng hingga empal.

Hidangan peprpaduan nan unik ini mulai populer di Banyuwangi pada tahun 80-an. Ketika itu, sudah banyak kedai, warung kaki lima, hingga restoran yang menyajikan menu pecel rawon. Hingga kini, pecel rawon tetap jadi kuliner favorit Banyuwangi.


RESEP PECEL RAWON

BAHAN-BAHAN

1/2 kg daging sapi sandung lamur

BUMBU HALUS

7 siung bawang merah
4 siung bawang putih
5 butir kemiri dan merica sangrai
1 sndk makan ketumbar sangrai
2 buah kluwek, di seduh air panas
1/2 sndk makan jinten sangrai
2 buah cabe merah besar
secukupnya garam,penyedap rasa sapi


BUMBU PECEL

1/4 kg kacang tanah goreng
5 buah cabe keriting goreng
3 lmbr daun jeruk goreng
1 ruas ibu jari kencur
2 siung garam, gula merah,bwg putih goreng


SAYUR

Kacang panjang, kangkung, tauge, mentimun, kemangi


CARA MEMBUAT
RAWON

1. Haluskan bumbu dan tumis sampai harum. Beri sedikit air kaldu/air biasa. Masukkan daging sapi dan ungkep sampai daging berubah warna. Masukkan daun sereh, daun jeruk, dan daun bawang. Tambahkan air secukupnya dan tambahkn garam dan penyedap rasa. Koreksi rasanya.
Dan tambahkan air buat kuahny,rebua daging sampai empuk


BUMBU PECEL

Haluskan bumbu dan kacang, beri sedikit air


SAYURAN

Rebus kacang panjang, kangkung, dan tauge


CARA PENYAJIAN

Tata nasi di piring beri sayuran rebus, cacahan mentimun, dan kemangi. Siram dengan kuah rawon. Lalu beri topping bumbu pecel dan bawang goreng. Jangan lupa rempeyek kacang sebagai pelengkap.(*)

Sumber : merahputih.com/post/read/pecel-rawon-sajian-campur-campur-unik-ala-banyuwangi

SEGO TEMPONG BANYUWANGI

Nasi Tempong Banyuwangi biasa disebut dengan sego tempong oleh warga local. Kuliner yang satu ini cukup populer di Kota Banyuwangi. 

Olahannya terdiri dari nasi panas, aneka sayuran rebus, beberapa macam lauk, dan disajikan dengan sambal bercitarasa pedas, membuat masakan ini sangat cocok dengan lidah orang Indonesia.

Berikut cara membuatnya.

Bahan 1:

750 ml santan encer
1 sdm garam
½ sdt Ladaku Merica Bubuk
1 sdm Desaku Ketumbar Bubuk
1 sdt Desaku Kunyit Bubuk
6 siung bawang putih halus

Bahan 2:
¼ ekor ayam potong 4 bagian
150 gr tempe, potong 1 ½ cm
200 gr tahu, potong 1 ½ cm
2 lembar salam
250 ml minyak untuk mengoreng

Bahan 3:
10 buah cabe rawit merah
2 buah cabe keriting
2 sdt terasi
2 buah tomat keriting/ranti
1 sdt garam
1 sdm gula merah
1 sdt gula pasir
2 buah jeruk limau/sambal ambil airnya

Bahan 4:
150 gr sawi hijau yang sudah diseduh, potong 3 bagian
100 gr kacang panjang potong-potong, diseduh
100 gr kol di rajang di seduh
150 gr ikan asin bulu yang sudah di goreng
1 buah timun muda, potong-potong
50 gr kemangi
Nasi hangat secukupnya
Daun untuk pincuk secukupnya
Lidi buat semat secukupnya

Cara Membuat:
Rebus bahan 1 dan 2 bersamaan dengan panci terbuka dan api kecil hingga air tinggal setengahnya lalu dinginkan.

Panaskan minyak goreng, lalu goreng ayam, tahu dan tempe dengan api besar hingga permukaanya kekuningan kemudian angkat dan tiriskan.

Uleg dengan cobek semua bahan 3 hingga halus lalu tambahkan jeruk limau dan tomat ratakan.

Letakkan nasi hangat 150 g di dalam pincuk lalu beri sayuran seduh di sisinya kemudian siram dengan 2 sdm sambal serta tambahkan ikan asin, ayam, tahu dan tempe. Sajikan selagi nasi hangat.

Sumber : lifestyle.sindonews.com/read/1301219/185/resep-sedehana-nasi-tempong-banyuwangi-1524793363

PINDANG KOYONG KHAS BANYUWANGI

Pindang Koyong adalah masakan khas Banyuwangi . Penampilannya mirip seperti soto ikan berwarna kuning segar. Ikan yang digunakan biasanya Ikan tongkol atau Ikan tenggiri. Bahan bumbu yang digunakan adalah bahan bumbu yang lazim digunakan dalam masakan di Jawa. Bahan bumbu tersebut seperti garam dapur, gula pasir, merica, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, lengkuas, serai, jahe, kunyit, kemiri, daun jeruk dan belimbing wuluh (belimbing wuluh ini berfungsi sebagai penghilang amis ikan dan menambah sensasi segar pada masakan).

Proses pembuatan Pindang Koyong ini diawali dengan merebus air hingga mendidih kemudian memasukkan ikan, lengkuas, serai, daun jeruk, dan cabai rawit dengan api kompor sedang.  Panaskan minyak di wajan lain. Tumis bumbu halus yang terdiri dari bawang merah dan putih, cabai, jahe, kemiri dan kunyit sampai harum. Kemudian masukkan bumbu halus kedalam rebusan ikan. Tambahkan belimbing wuluh lalu diaduk rata. Setelah itu masukkan garam dan gula pasir, lalu diamkan sebentar kemudian angkat dari kompor.

Pindang koyong biasanya dinikmati dengan nasi, dan lebih dinikmati di siang hari yang panas. Hal ini, dikarenakan adanya belimbing wuluh yang membuat masakan terasa segar. Warung di Kota Banyuwangi banyak yang menjual menu ini.

Bahan pindang koyong :

500 gr ikan tengiri

3 cm lengkuas, memarkan

1 1/2 sendok teh garam

1 batang sereh, memarkan

3 buah cabai rawit, iris halus

5 buah belimbing sayur, potong potong

5 lembar daun jeruk

400 ml air

1 sendok teh gula pasir

2 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan bumbu haluskan :

 4 siung bawang putih

6 butir bawang merah 

1 cm kunyit, bakar

1 buah cabai merah keriting

3 buah cabai merah besar

1/2 sendok teh merica butiran

4 butir kemiri, bakar

2 cm jahe

Demikian resep cara membuat pindang koyong khas Banyuwangi yang dapat menjadi pilihan menu makan bersama keluarga tercinta di rumah.

Sumber : budaya-indonesia.org/Pindang-Koyong-Khas-Banyuwangian

PECEL PITIK BANYUWANGI

Makanan satu ini merupakan salah satu makanan tradisional yang sering disajikan pada acara adat suku osing di Banyuwangi, Jawa Timur. Namanya adalah Pecel Pitik. Namun sangat berbeda jauh dengan nasi pecel pada umumnya. Karena Pecel Pitik tidak berupa bumbu pecel dari adonan kacang tanah saja. Makanan ini tak disajikan di warung-warung. Biasanya, Pecel Pitikhanya disajikan oleh warga di desa adat Kemiren ketika menjelang ritual adat seperti bersih desa atau acara syukuran saja.

Pecel Pitik ini memang banyak dicari wisatawan yang berlibur ke Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur. Meski tidak bisa membeli di warung, Anda memiliki kesempatan mencicipi kuliner khas warga suku osing itu. Caranya mudah, Anda bisa memesan khusus ke warga Kemiren untuk membuatkannya. Pecel Pitik adalah salah satu makanan tradisional yang terbuat bahan dasar daging ayam dan dimasak secara khusus dengan bumbu yang khas.

Bagi masyarakat suku osing di sana, Pecel Pitik ini merupakan makanan yang dianggap sakral karena hanya disajikan pada acara-acara adat tertentu seperti hajatan, selamatan, dan bersih desa. Untuk membuatnya pun dilakukan dengan cara khusus dan ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar saat memasaknya. Makanan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi salah satu menu special bagi masyarakat osing.

Selain sifatnya yang sakral, makanan ini juga merupakan makanan yang sangat unik karena dalam penyajiannya terdapat campuran parutan kelapa, bumbu kacang dan bumbu pedas sehingga menghasilkan rasa yang sangat khas. Selain itu daging ayam yang digunakan merupakan daging ayam yang masih muda berumur sekitar 7-8 bulan, sehingga memiliki tekstur daging yang lebih empuk.

Pecel Pitik sendiri sangat mudah dibuat. Proses pembuatan bumbu Pecel Pitik berupa racikan cabe rawit, lombok merah (besar), gula, kemiri, trasi, kacang tanah (untuk campuran kemiri). Setelah bumbu jadi dalam satu adonan, selanjutnya akan dicampur dengan parutan kelapa hingga menjadi urap-urap. Daging ayam dibersihkan terlebih dahulu lalu dipanggang secara utuh. Pemanggangan daging ayam ini biasanya dilakukan secara tradisional dengan menggunakan tungku dan kayu bakar.

Ayam yang sudah matang tadi disuwir kecil-kecil dan diaduk atau dicampur dengan parutan kelapa yang sudah tercampur bumbu. Pecel Pitik ini biasanya disajikan bersama dengan nasi tumpeng, sambal dan beberapa sayuran rebus. Untuk acara adat, Pecel Pitik ini biasanya dimakan secara bersama-sama. Sebelum disantap, makanan ini didoakan terlebih dahulu sabagai bagian dari ritual.

Mengenai rasa, tak diragukan lagi tingkat kepedasannya. Biasanya, pengunjung dari luar kota atau luar negeri sampai gobyos (bercucuran keringat) ketika menyantap Pecel Pitik. Namun rasa manis dan gurih dari urap-urap semakin mempertajam cita rasa masakan khas Banyuwangi tersebut. Selain itu, tekstur dagingnya yang lembut dan empuk menambah kelezatan pada masakan Pecel Pitik ini. Jadi bila anda sudah di Banyuwangi anda harus mencicipi menu masakan ciri khas dari suku osing yang sangat lezat ini.

Bahan-bahan

  1. 1 ekor ayam kampung (uk. Sedang)
  2. Bumbu Pecel:
  3. 1/2 butir kelapa sedang (tdk terlalu rua)
  4. 4 siung bawang putih
  5. 4-5 siung bawang merah
  6. 1 genggam kacang tanah kosong
  7. 1 ruas jari kencur
  8. 2 helai daun jeruk
  9. 6 buah cabe rawit
  10. 1 saccet trasi bakar

Langkah

  1. Bersihkan ayam, cuci bersih di air mengalir (blh kucuri jeruk nipis),, siamkan bntr lalu cuci lg (saya g pakai).. Potong” ayam, bakar hingga matang (blh enak pakai bara)
  • Goreng kacang, goreng (cabe rawit + bawang merah + bawang putihputih + kencur).. Uleg kacang + bumbu yg udah di goreng + daun jeruk + trasi + garam+gula.. Lalu campur dengan kelapa muda parut.. Siap deh test rasa.
  • Penyajian : suwir” ayam campur dengan bumbu pecelnya,, blh tmbh kemangi dan timun saatakanx segerrrenk bngitz
  • NOTE : kalau mau ayamnya empuk balur parutan nanas dulu ok

Sumber : cookpad.com/id/resep/779792-pecel-pitik-khas-banyuwangi

RUJAK SOTO BANYUWANGI

Sesuai dengan namanya, hidangan Rujak Soto khas Banyuwangi ini merupakan perpaduan rujak dengan soto. Karena asalnya dari Jawa Timur, maka rujaknya pun rujak ala Jawa Timur, pakai cingur. Tapi hidangan rujak yang satu ini minus buah. Buah tidak dipakai karena tentunya tidak cocok disantap bersama soto. Sepintas hidangan ini terlihat seperti akulturasi kuliner dari Surabaya dan Madura.

Rujak pada menu Rujak Soto Banyuwangi terdiri dari berbagai sayuran yang direbus, seperti kangkung dan taoge, lalu diulek bersama kacang, gula merah, dan petis. Petis menjadi kunci enak-tidaknya rujak. Rujak yang sudah jadi kemudian ditempatkan di dalam mangkuk yang berisi potongan lontong. Setelah itu disiram kuah soto babat yang masih panas. Sotonya mirip dengan soto Madura yang kuahnya berwarna kuning bening.

Rasa Rujak Soto Banyuwangi ini unik. Mungkin untuk orang yang belum mengenal masakan ini, terasa asing rasanya. Tapi sebetulnya sangat nikmat. Kuahnya gurih dengan aroma petis yang menonjol. Sayurannya renyah terasa enak bersatu dengan babatnya.

Kalau membeli untuk dibawa pulang, cara amannya, minta supaya sayuran dibungkus terpisah. Begitu pula bumbu rujak dan sotonya sehingga sayuran tidak rusak dan sotonya bisa dipanaskan kembali sebelum disajikan.

RUJAK CINGUR
Bahan:
– 1 buah (300 gram) tahu putih, digoreng dan dipotong-potong
– 200 gram tempe, digoreng, dipotong-potong
– 1 ikat (100 gram) kangkung, disiangi lalu direbus
– 100 gram taoge, diseduh
– 300 gram cingur
– 1 buah (100 gram) mentimun, dipotong-potong
– 4 buah lontong untuk pelengkap

Bumbu Ulek Halus:
– 1 buah pisang batu, diiris
– 4 buah cabai rawit merah
– 6 sendok makan kacang tanah goreng
– 4 sendok teh gula merah sisir
– 4 siung bawah putih utuh, digoreng
– 2 sendok teh garam
– 4 sendok makan petis
– 4 sendok makan air asam (dari 2 sendok teh asam jawa dan 75 ml air)

KUAH SOTO
Bahan:
– 100 gram babat, direbus
– 100 gram usus, direbus
– 200 gram daging tetelan
– 1,25 liter air
– 2 batang serai, diambil putihnya lalu dimemarkan
– 2 lembar daun jeruk, dibuang tulang-tulangnya
– 2 ¼ sendok teh garam
– 2 sendok teh gula pasir
– 1 batang daun bawang, dipotong 1 cm
– 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
– 10 butir bawang merah
– 6 siung bawang putih
– 2 cm kunyit, dibakar
– 3 butir kemiri, disangrai
– 2 cm jahe
– ½ sendok teh merica
– 1 sendok teh ketumbar

Cara Membuat:
– Rebus cingur dengan 2 lembar daun salam, 2 cm jahe, 1 batang serai, dan 1 sendok teh garam dalam 1 liter air sampai matang. Potong-potong
– Kuah soto: Rebus daging dan tetelan sampai empuk.
– Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk sampai harum. Tuang ke rebusan daging dan tetelan. Masukkan garam dan gula pasir. Masak sampai matang. Menjelang diangkat, tambahkan daun bawang. Aduk rata.
– Campurkan bumbu rujak dengan tahu, tempe, kangkung, taoge, cingur, mentimun, dan lontong di dalam mangkuk kemudian siram dengan kuah beserta daging dan tetelan.

Sumber : cantik.tempo.co/read/819472/resep-rujak-soto-banyuwangi/full&view=ok

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.